Minggu, 01 Juni 2008

Rasa Peduli

Setiap orang pasti punya rasa dalam dirinya. Entah itu rasa bangga karena mendapat sesuatu, rasa sedih bila mendapat kesusahan, rasa gembira jika ia memperoleh hadiah atau suatu kesenangan. Tapi ada juga orang yang kebal dengan rasa, jika ada orang jatuh, ia hanya mengatakan hati-hati, padahal orang tersebut sudah jatuh. Apakah itu hanya basa-basi, yang memang sudah basi, karena sudah terlambat menolong. Orang sekarang tidak punya rasa, tidak cepat terkejut, tidak sensitif dalam yang positif, yang akhirnya cendrung kepada sifat acuh dan cuek, tak peduli dengan lingkungan sekitar.

Bila Anda naik kendaraan umum apasaja, kita lihat atau menyaksikan sendiri, anak-anak kecil masih pagi buta sudah siap meminta sedekah dengan berbagai macam cara, yang seharusnya mereka siap berangkat ke sekolah mencari ilmu, tetapi oleh rasa keadaan ekonomi orang tuanya, dengan rasa terpaksa mereka meminta dengan membuang rasa malu, rasa minder, rasa takut tertangkap polisi, takut kesambar mobil mewah, dan berbagai macam rasa yang menghimpit mereka, apalagi kalau ketahuan teman atau guru, serta tetangga.

Nah kita yang masih tebal dengan nilai rasa, tolonglah! cepat terkejut dengan keadaan di sekitar kita. Cepat tanggap dengan apa yang kita lihat tanpa harus menunggu orang meminta tolong kepada kita, Menolong orang tidak harus dengan materi, bila memang tidak mampu dengan materi, dengan tenaga pun tak salahnya, atau dengan memberi saran atau nasihat, semuanya itu, juga wujud dari rasa menolong, tetapi menolong yang benar-benar tulus dan ikhlas semata hanya karena memohon keridhoaan Allah. Serahkan kepada-Nya, biar Allah yang membalas.

Mulailah dengan hal yang kecil, yang ada di lingkungan keluarga kita dengan membiasakan segala sesuatu dengan rasa spontanitas. Contoh:Bila kita pulang dari bekerja, pasti Anda sudah lelah, pegal, macet, berdiri dalam kendaraan umum dengan berdesak-desak, Anda baru masuk rumah melihat ada tumpukan sampah persis di depan pintu gerbang, apa yang Anda lakukan, membiarkan sampah bertumpuk di depan pintu gerbang karena Anda sudah tak berdaya, atau masuk dengan begitu saja, atau Anda buang sampah tersebut sebentar, dan pekerjaan Anda beres satu masalah. Itulah salah satu contoh Anda masih punya rasa, rasa itulah yang harus diplihara dan dipupuk setiap saat dan dimana saja dan kapan saja agar kita punya rasa kepedulian yang peka.

Tidak ada komentar: